24.12.12

Meaningful Monday (1)

Asalamu'alaikum.

Alhamdulillah banget, libur telah tiba (keinget waktu jaman masih ngedot, ada lagu Tasya - Libur Telah Tiba), waktunya untuk penyegaran kembali, mengingat banyaknya waktu yang dipakai untuk mengerjakan tugas serta mengikuti ujian-ujian. Waktu untuk bersantai ria sangatlah limited. Syukur alhamdulillah pula, telah lega setelah terima rapor, jadi bisa full nyantai, sebelum bakal aktif lagi buat mikir di semester dua.

Hari ini, Mbak Denis, sepupuku, dan Tante Ocha datang dari Jakarta. Udah girang banget, kan, secara, bisa jalan-jalan (tentu saja menanti traktiran dari sang tante), terutama sesama cewek, kami biasa ke Amplaz (Ambarrukmo Plaza Mall) untuk mencuci mata. Salah satu kegiatan yang paling kusukai! *ketauan shopaholic* seperti yang kusebutkan tadi, syukur, kami jadi jalan-jalan (kegiatan umum kaum hawa).

Siang hari, aku diantar ke rumah Eyang oleh Bapak, tentu saja mengajak adikku yang paling gembul, Nadia. Senangnya dua telinga ini, mendengar Mbak Denis berkata, "Eh, ayo ke luar, yuk, aku bosen, nih."
"Iya, eh, ayo!" sahutku. "Um, kalo nonton bioskop Mbak Denis mau?"
"Boleh, boleh. Kamu '5 cm' udah nonton?"
"Udah, he-he-he."
"Yah, nggak ngajak-ngajak."
"Ya aku, kan sama temen-temenku. Nonton 'Habibie & Ainun' aja! Aku pengen nonton itu."
"Bagus, nggak, sih?"
"Ya bagus lah."
"Tentang apa?"
"Ya... tentang kisah cinta Pak Habibie sama Bu Ainun."
"Nonton '5 cm' aja, yuk."
"Oh, ya terserah. Bilang Tante."

Tak lama kemudian, Mbak Denis berhasil mengantongi ucapan "ya" murni tanpa paksaan (apaan sih, kayak Pemilu aja) dari Tante tercinta. Sayangnya, Tante yang hobi ngebo ini sedang menjalankan hobinya. Jadi terpaksa kami harus menunggu sampai Tante puas beristirahat (kayaknya nggak pernah puas!) Oh iya, aku hampir lupa. Di rumah Eyang ini benar-benar "The 3 Cousins", lho, karena ada si Haidar dari gua hantu dari Kotagede juga. Tentu saja si mata belok, hidung mancung, dan ceking ini sudah diserbu duluan oleh adiknya Mbak Denis yang aktif sekali, yaitu Ihsan. Bisa bayangkan, si ceking ini ditonjok-tonjok, dikejar-kejar (jarang berhenti ngejar-ngejarnya), dan dipeluk-peluk sama Ihsan. Kasihan, bukan? Tapi, itu semua wujud kasih sayang dari Ihsan, karena dia selalu ingin duduk di sebelah Haidar, padahal Haidarnya risih. Ya, mari kita nyanyikan lagu Pupus-nya Dewa 19. Baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan....

Sambil nunggu Tante tepar, kami main-main di kamar Tante (tetep aja, Tante nggak kebangun). Ada Haidar yang 'diburu' Ihsan pula, tetapi ada pula wujud Haidar jahil, ia mengganti foto profil WhatsApp milik Tante menjadi foto BOKONG KUDA. Sebelumnya, aku menggantinya dengan foto sapi, sayangnya ketahuan, karena Tante sempat terbangun. Kejadian itu tidak membuat kami jera, karena Tante tepar lagi, dan jalan kejahilan terbuka lebar. Aku mengganti fotonya dengan foto ORANGUTAN. Parahnya lagi, aku ganti nama Tante yang tadinya "just oca" jadi "Ocha sang penguasa rimba". Tak lupa statusnya aku ganti "Saya mencintai hutan. Karena hutan adalah habitat saya." Betul-betul asyik!

Tiba-tiba, datanglah bidadari dari kayangan, yaitu Mbak Denis.



"Jangan, eh, kasihan Tante. Itu banyak temen kerjanya juga, lho." Nggak diragukan lagi kedewasaan gadis yang barusan masuk Sekolah Menengah Atas ini.
"Iya, iya." kataku manut.

Tapi aku tetap melakukan kejahilan yang ringan, yaitu meng-upload foto di Instagram. Ya, tentang fotoku bersama Tante, dan foto Tante sendiri.

Tante terbangun, ia mendapatkan telpon dari pacarnya (saatnya bilang "ihiiiy"). Terlihatlah nama yang familiar di keluarga kami di layar telepon genggam Tante. Tante harus pergi ke kamar Eyang untuk menerima telepon karena di kamar Tante kondisi tidak memungkinkan, keponakan-keponakan berkumpul dan membuat kegaduhan!

Sekian lama... aku kami menunggu... untuk... kedatanganmu... (dari kamar Eyang.)

Akhirnya, agak sorean, Tante baru selesai mbojo, pemirsa. Tentu saja The 3 Cousins ini tidak jenuh, karena kami bermain permainan di telepon genggamku. Karena waktu tidak memungkinkan untuk menonton bioskop, kami memutuskan untuk hanya jalan-jalan di Amplaz.

Jelas kami sholat Ashar dulu, lalu berangkat. Tante lalu memanasi mobil. Saat sudah dekat dengan Amplaz, kejadian umum di saat liburan: MACET. Kami bersyukur tetap mendapatkan parkir walaupun di seberang Amplaz.

Di Amplaz, destinasi pertama kami adalah Solaria. Tante datang menyusul, karena saat sedang setengah menyeberang, handphone Tante tertinggal di mobil. Di Solaria, kami harus sedikit bersabar, karena menunggu makanan yang lama sekali. Maklum, ramai dan waitress-nya perlu ditambah menurutku. Yang makanannya pertama di antar adalah Haidar. Lucu sekali ia melahap nasi goreng spesialnya. Tentu saja dia menyertakan ekspresi "sniff... sniff" seperti berikut ini.
Cukup membuat perut terkocok. Di atas adalah foto setahun yang lalu di Timezone Amplaz (Amplaz lagi), ketika The 3 Cousins berkumpul.  Sayangnya, adegan "sniff... sniff" tadi tidak sempat terekam kamera.

Setelah puas makan, kami membeli berondong jagung "Jolly Time" yang enak dan terjangkau. Ada di depan Solaria. Aku kira tidak ada di Jogja, ternyata ada!

Lalu, kami ke lantai paling atas (atap) untuk sholat. Wah, penuh sekali! Ya sudah, agak bentaran sholatnya (nunda-nunda, ha-ha-ha). Kami cuci mata dulu, ke Le Jardin. Ada floral print jeans yang bagus sekali, sayangnya harganya Rp500.000-an :'( Ya sudah, kami ke Naughty. Rencananya mau beli kutek, sih, alias nail polish. Tapi, nggak ada merk LookEver yang warna mint. Paling sreg kuning. Ya sudah, beli, deh, juga remover-nya. Selain Naughty, aku ke Eustacia & Co, Friday to Sunday, dan juga Zoya. Ah, Tante lama sekali beli rok, kerudung, dan ninja floral print di Zoya! Haidar tetap anteng dengan berondongnya duduk di depan Zoya. The 3 Cousins memutuskan duluan ke musholla dan menjalankan ibadah sholat Maghrib, mengingat hampir pukul 7 malam.

Haidar lebih dulu selesai, jadi dia ke Game Fantasia duluan, dan nanti kami jemput. Lanjut jalan-jalan, aku beli Shouffle (sejenis Aqualip, kutek-bolpoin) di Stroberi berwarna mint dan soft pink. Tante beli wadah peralatan mandi, Mbak Denis memborong bermacam-macam aksesoris. Tak puas hanya di Stroberi, Mbak Denis membeli masker di The Face Shop. Wah, di sana bertemu saudara sesama sipit! Sepertinya orang Korea.

"Mbak Denis, aku ngedong, lho. Itu, artinya, 'Kita kece'." kataku ngaco.
"Ah!" dan Mbak Denis melanjutkan memilah-milah masker yang dirasa paling murah.

Merasa sudah terlalu lama meninggalkan Haidar di Game Fantasia, kami menjemput Haidar. Karena hampir jam setengah 9 malah, kami memutuskan untuk pulang, tetapi mengantar Haidar terlebih dahulu. Di mobil, aku dan Mbak Denis mengikuti irama lagu-lagu di radio (lebih tepatnya gila-gilaan, dengan joget + lip sync). Untung gelap, jadi yang dapat melihat ekspresi ndhembik-ku hanya Mbak Denis :-D

Selesai mengantar Haidar, giliranku yang di antar. Di perjalanan aku dan Mbak Denis lebih kalem. Kami lebih senang bercerita tentang kepribadian orang tua-orang tua kami, tentu saja kepribadian kita sendiri. Tante Ocha pun tidak keberatan untuk bercerita. Sesampainya di rumah, kuucapkan terima kasih pada dua perempuan di mobil tadi. Kupencet bel, muncul Bapak yang membukakan pintu. Ternyata Bapak dan Ibu gelisah menungguku yang tidak bisa dihubungi, karena aku tidak mendengar ada telepon.

Memang, kami pergi sampai malam. Namun, sungguh senang rasanya dapat menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta melaksanakan hal-hal yang kami senangi.

Bagaimana pengalamanmu? Apakah liburan kali ini kamu menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kamu cintai?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar