8.8.12

Perbedaan SMP dan SD

Saat kamu pertama kali masuk SMP, ngerasa beda, nggak? Ya beda pasti iya, ya, tapi, kamu rasain, banyak permasalahan, nggak yang muncul? Bagiku, iya.

Setahun yang lalu, aku sering mengalami masalah sama teman-temanku, mulai dari Oik yang aku anggap ngerebut Nia, Oliv yang aku sering ada masalah sama dia, dan beberapa 'geng' (dulu, sekarang udah nyampur semua :-D) yang bikin aku sakit hati, juga ada. Beragam, kan?

Emang, kata-kata jleb dari mulut kita jadi gampang keluar. Mulai dari ngomong di belakang bareng temen-temen, sampai (ini yang paling susah) ngomong langsung sama orangnya. Kita juga gampang ngerasa sakit hati. Bahkan sampai meneteskan air mata. Tapi, seiring berjalannya waktu, insya Allah permasalahan-permasalahan mulai mereda, dan mulai normal seperti pertama kali kita dan teman-teman kita bertemu pada hari pertama sekolah. Lama-kelamaan kita mulai bisa mengerti sifat masing-masing anak, permasalahan mulai jarang muncul. Kelas kita jadi makin solid.

Ingat aja, permasalah pasti ada jalan keluarnya, tinggal sikap kita kayak gimana. Usahain hatimu jangan sekeras batu, agar kamu dapat memaafkan teman-temanmu yang berbuat salah dan membuat hubungan kalian semakin damai. Aku pernah kok ngerasain hal kayak gini. Bahkan sampai detik ini. Kalau kamupun mau ngasih kritik sama teman-temanmu, boleh aja, tapi usahain, deh, ya, ngomong baik-baik. Kalau temanmu nggak mau dengar, sih, ya udah, nanti lama-kelamaan dia bakal ngerti (insya Allah *halah).

Oik marahin Timur yang nggangguin Teater Genap lagi latihan
Itulah perbedaan SMP dan SD, di SD kita damai-damai aja sama teman-teman kita, bahkan selalu have fun, di SMP permasalah lebih beragam lagi. Menurutku, di SMP kita mulai memasuki dunia remaja yang terkenal akan pencarian jati diri dan kepekaan hatinya. Di SMP, biasanya kita lebih sensitif dibandingkan SD. Dulu, ketika permasalahan mulai sering muncul, aku ngerasa kangen SD. Kangen sama teman-temannya yang asyik dan nggak pernah ngalamin masalah serumit ini. Mulai dari teman yang suka ngatur, teman yang mengkhianati, dan sebagainya aku nggak ngerasain di SD.

Oliv dan Oik :-) so sweet....
Teman, lebih baik kita ada di posisi netral yang sabar dan bijak. Emang, nggak mudah banget, ya, akupun lagi belajar menjadi orang yang sabar. Cuma kadang sifat egois dan mudah marahku muncul. Sekarang aku mulai mengontrol saja, biar keadaannya nggak semakin keruh. Kita harus bisa menjadi orang yang sabar dan bijak yang dapat menjernihkan suasana kembali, pals!

Inilah "My Thought" yang kupikirkan selama ini, ketika duduk di motor perjalanan akan ke sekolahpun aku merenungkannya. Mungkin ini nggak sebijak Mario Teguh atau psikolog, tapi inilah pendapatku. Mungkin masih banyak kesalahan yang kutulis dan yang kuperbuat. Maafin aku, ya :-)

Ninis

NB: Makasih Oliv, Oik, Timur, dan teman-teman lainnya yang fotonya udah terpampang di situ, nggak protes aku tempel di situ fotonya :b

Tidak ada komentar:

Posting Komentar