21.6.12

Kemah Galang Pawitikra 2012 #1

(dari kiri: Oliv, aku, Oik, Rasyida, Savira, dan Nia)
Wah, saat yang kutunggu-tunggu telah tiba, yaitu KEMAH! Kemah ini hanya diadakan sekali di SMP (kecuali jadi kakak DP yang bisa ikut kemah adik kelas lagi), karena setelah kelas 7 udah nggak ada Pramuka. Dari UKK kemarin itu, ya, aku kepikirannya kemaaaah terus. Makanya beberapa nilai ada yang turun HA-HA-HA! :b

Minggu, 17 Juni 2012
Kami, regu Tulip VII SBI 8 yang terdiri dari aku, Oik, Nia, Oliv, Rasyida, dan Savira yang unyu-unyu dan kece ini berangkat ke Dodiklatpur Rindam IV/Diponegoro, Klaten.
Sesampainya di sana, aku, Oik, dan Nia yang naik mobilku berlima bersama kedua orang tuaku, menunggu kedatangan Oliv, Rasyida, dan Savira yang pisah naik mobilnya Oliv. Setelah komplit, baru, deh, laporan kedatangan.

Saat laporan kedatangan, kami dibagikan kartu peserta, nomor punggung yang dipakai Wapinru (Wakil Pemimpin Regu), nomor kapling, dan lainnya. Lalu, kami menaruh barang-barang yang telah diangkut memakai pick-up Pak Wahyu, dan siap-siap upacara pembukaan. Upacara selesai, kami bergegas mendirikan tenda bersama-sama tanpa bantuan orang tua, karena kalau ada orang tua akan mengurangi nilai, begitulah kata Nia, sang Pinru setelah hadir dalam panggilan peluit Pinru.

Sungguh, udara panas membuat peluh-peluh keringat kami berjatuhan. Namun, kami tidak patah semangat, karena semangat kami masih bergejolak dalam kegiatan kemah itu, walaupun haus dan lelah. Pukulan palu selalu aku berikan untuk membantu teman-temanku mendirikan tendaaku dianggap rosa/kuat, jadi aku spesialis tukang bangunan ._. yaitu yang bertugas memukul patok dengan cekatan.

Akhirnya, beberapa saat kemudian tenda berwarna biru tempat kami beristirahat selesai dibangun. Karena Oik, Nia, Rasyida, dan Savira mengikuti lomba menyanyi, aku dan Oliv yang sedang bergiliran menjaga tenda memasang tikar dan puzzle untuk alas tenda, dan memasukkan sebagian barang yang masih ada di luar kapling.

Waktu Ishoma telah tiba, sebelum mereka-mereka para peserta lomba menyanyi tadi datang, aku dan Oliv memakan bekal dari rumah masing-masing, agar setelah aku dan Oliv selesai makan, bisa segera sholat dan membiarkan teman satu regu lainnya kita tadi makan di tenda. Hemat waktu!

Wah, sebenarnya aku hanya ingin istirahat, tapi setelah Ishoma, aku harus mengikuti lomba poster di teras belakang ruang kesehatan. Ya sudah, berbekal pola yang aku buat semalam (sampai-sampai di rumah aku tidur jam 12 lebih, padahal besoknya harus kemah), aku berangkat ke ruang kesehatan bersama Lala, anak pendiam satu kelas denganku tetapi berbeda regu, yang mempunyai hobi menggambar juga. Senang sekali aku mendapat tema "Akhakul Karimah Jauh dari Korupsi". Pola yang sudah kusiapkan matang-matang adalah itu. Kumulai menggoreskan pensil di kertas putih dengan cepat.

Tidak hanya aku yang sibuk lomba, tetapi ada Nia dan Oliv yang ikut CCUP juga, dan Oik serta Savira yang ikut Pionering.

Setelah ibadah sholat Ashar, aku, Oik, dan Savira ikut serta dalam lomba PBB. Oya, bukan Perserikatan Bangsa-bangsa, lho, ya, tapi Pemanfaatan Barang Bekas. Kami membuat scrapbook yang berbahan dasar kardus air mineral untuk sampulnya, dan kertas polos berwarna hijau sebagai isinya. Bukan scrapbook biasa, untungnya bohlam muncul di kepalaku dalam seketika, ketika diskusi kemah sehari sebelumnya. Sampul buku itu, kami hias dengan potongan-potongan kain perca milik Tante Woro, ibunya Oik yang suka membuat tas dari kain perca. Kami hias semenarik mungkin, dan agak kami buat vintage. Tak lupa kami beri tulisan dari kain juga: TULIP VII SBI 8/P.

Di dekat tempat kami berlomba, ada juga Oliv yang berkutat dengan pensil dan kertasnya membuat essay ilmiah.

Yah, inilah saat yang ditunggu-tunggu. Setelah ibadah sholat Maghrib, kami bersiap-siap mengikuti Caraka Malam, alias Jerit Malam. Wow, saat itu aku tidak sabar! Sebelum berangkat, ada sandi morse peluit yang harus kami pecahkan, berupa kode-kode warna kertas yang tertempel di tiang-tiang dan pohon-pohon agar tidak tersesat. Regu Tulip termasuk cepat dalam menyelesaikan sandi itu, walaupun ada salah sedikit. Oik sangat takut saat itu, jadinya Oik bertukar tempat denganku, aku di belakang Nia, lalu belakangku Oik, Rasyida, Savira, dan yang terakhir yang kasihan (ampun, Kakak!), OLIV, yang menjadi Wapinru. Kami saling menggenggam erat tudung jaket, agar tidak terpisah. Tapi, aku tidak terlalu suka melakukan itu, jadi aku biarkan kakiku bergerak mengikuti arah Pinru yang mencari jalan tanpa mencengkeram jaket Nia. Selagi aku tidak takut, sebaiknya jangan kulakukan. Untungnya, aku tidak merasakan takut saat itu, aku tidak merasakan apa-apa, tidak seperti Oik yang sedari tadi sangat ketakutan. Bagiku, suasana yang paling menakutkan adalah sebelum dan sesudah pos Ms. Resti, seperti kata para kakak DP. Tempat itu sepi, tidak ada regu di depan dan di belakang yang terlihat, terlebih lagi terkenal dengan kisah hantunya.

Alhamdulillah kami sampai ke pos terakhir dengan selamat, dan tidak ada kecelakaan apapun, kecuali semut-semut yang menggigit-gigit kakiku ketika berada di pos terakhir. Huh, nyebelin banget, sih, semutnya!-_-memang, kami tidak semua sandi dapat kami pecahkan, tapi tak apalah, pengalaman yang seru! Setelah itu, kami ganti baju, sikat gigi, dan cuci muka di luar kapling menggunakan air mineral. Selesai sikat gigi, aku masuk ke dalam kantong tidurku, meletakkan kepala pada bantalku, dan memejamkan mata, tidur nyenyak dalam kehangatan kantong tidur dan baju mirip sweter dari ibuku. Syukurlah malam itu aku tidak merasakan dingin seperti teman-temanku yang lain.

To be continued....


Thanks for reading and visiting,
Nisrina Amalia P.

1 komentar: