24.6.12

'Refreshing' Setelah UKK

Pusing, nih, habis UKK, udah ada remidi-remidian lagi! Karena sepertinya kita butuh penyegaran *halah , aku dan sahabat-sahabat dan teman-teman dekatku—Oliv, Nia, Inas, Savira, Rasyida, Lala, Icha, Oik—kemarin jalan-jalan ke Galeria sepulang sekolah. 


Naik apa? Oh, gampang... untung sekolah kami berada di pusat kota, dekat dengan Galeria Mall. 


Sampai di Galeria, kami langsung ke Togamas dan Stroberi. Beberapa ke Togamas, beberapa ke Stroberi. Aku karena lagi malas ke Togamas, langsung, deh, ke Stroberi dengan Nia, Lala, Savira (kalau nggak salah :b). Rencananya mau beli gelang yang bisa dikasih huruf itu, lho, tapi karena namaku menggunakan huruf N dan I dua kali, pastinya nggak bisa, kan, soalnya setiap huruf cuma ada satu macam, ya sudah, deh, nggak jadi beli. Teman-teman juga tadinya mau beli, tapi karena hal itu tadi pada nggak beli, deh. Lalu, kami ke Rumah Warna. Aku tertarik sama sabuk warna hitam, yang tengahnya ada pitanya. Unyu banget! Tapi, aku mempertimbangkan dulu sebelum membeli, boleh nggak, ya, dipakai ke sekolah? Kata Icha, sih, nggak boleh kayaknya, tapi menurutku nggak papa ha-ha-ha... yang penting sabuknya hitam. Kalau nggak boleh, ya dipakai buat jalan-jalan aja... ya, nggak?


Setelah dari kedua toko itu, kami lewat butik Good Mood. Huwaaaa aku suka banget! Gayaku banget, deh, pokoknya *halah ada berbagai baju yang vintage dan unyu-unyu yang selama ini aku pinginin. Nggak cuma baju, ada sepatu gaya maskulin gitu yang aku pinginin, ada flat shoes yang nggak kalah lucu juga, soalnya ada resletingnya di luar. Unyu banget, deh! Aku sama Oliv menemukan dompet dan tas kecil berbentuk kamera yang rasanya pingin kita beli, cuma, harganya, bok! ._. besok-besok deh sama ibu ke sini, sekalian nabung dulu, soalnya barusan beli sepatu he-he-he :b


Puas cuci mata, kami semua beli es krim di McDonalds. Kebanyakan, sih, beli McFlurry, tapi aku beli Ice Cream Cone, Oliv beli apaan sih itu aku lupa, yang rasa apel gitu es krimnya. Terus nyusul si Oik sama Nia yang udah nunggu di KFC soalnya mau beli menu Goceng. Habis nemenin mereka beli, kami ke Bee's buat makan siang. Si Oik sebelum kami sempat memesan makanan dan duduk, udah pulang duluan soalnya papa-mamanya ngajak pulang, dan papa-mamanya itu juga jalan-jalan di Galeria. 


Kami duduk di meja tempat aku jajanin teman-temanku dulu pas aku ulang tahun. Aku sama Oliv memesan di kasir menu Komat 3 buat 5 orang. Ternyata uangnya kurang Rp6.000,00! Oliv kaget, kan, ya udah sama dia langsung dibayar aja Rp6.000,00 itu. Selesai memesan, Oliv bilang, uangnya kurang Rp6.000,00. Aku bilang aja, bisa aja itu pajaknya. Eh, benar, kan. Anak-anak yang pesan sama Oliv tadi itu masing-masing bayar ke Oliv buat ngganti uangnya Oliv. 


Inas dari tadi itu ribuuut aja. Soalnya, dia malu sama mas-mas pelayannya, kan yang beli cuma 5 orang, padahal yang ikut banyak. Akhirnya, si Nia terpaksa bohong. 

            “Tadi tu kita udah pesen puding kok ke masnya! Udah to..." kata Nia berbohong sambil kedip-kedip ke aku, tanda berbohong.
            “Iya, po? Ah, tapi tadi ngapain kok kedip-kedip?”
            “Ya kan aku cuma kedip-kedip….”
Ya jelas lah Inas gitu nggak mungkin percaya. Dan, setelah makanannya datang, Inas dikasih tehnya Oliv sama Oliv, soalnya Oliv nggak minum es. Lalu, yang pada nggak makan pada sholat, deh.

Kenyang makan siang, yang tadi pada makan siang dan harus sholat, pada ikutan sholat juga, deh. Aku sama Oliv yang lagi 'libur' sambil nunggu mereka ke Togamas sambil baca-baca komik-komik lucu sejenisnya Benny and Mice. 

Udah pada selesai sholat semua, lanjut deh ke photobox dekatnya TimeZone. Yang foto cuma aku, Nia, Icha, dan Oliv. Karena harganya Rp20.000,00 , kami urunan masing-masing Rp5.000,00. 
aku (atas kiri), Nia (atas kanan), Icha (bawah kiri), Oliv (bawah kanan)
Habis itu, kami ke GameFantasia. Lumayan lah kami main-main dapat 210 tiket. 210 tiket itu ditukar sama dosgrip buat naruh uang kas kelas. Karena udah jam 2 siang, aku sama Oliv pulang karena udah dijemput. Selesai :))

aku sama Nia foto bareng Raja Triton

Nia sama aku pura-pura main mobil-mobilan :b

Nia, Oliv, aku foto bareng mbak putri duyung (nggak lupa aku kasih 'peace')
Nia, Icha, aku juga foto. Sengaja Icha duduk di situ buat menutupi sesuatu :b

Iklan teh yang abal

bawah (dari kiri): Lala, Savira, aku
atas (dari kiri): Icha dan Rasyida
Terima kasih sudah mau membaca cerita kami,
Nisrina Amalia P.

21.6.12

Kemah Galang Pawitikra 2012 #1

(dari kiri: Oliv, aku, Oik, Rasyida, Savira, dan Nia)
Wah, saat yang kutunggu-tunggu telah tiba, yaitu KEMAH! Kemah ini hanya diadakan sekali di SMP (kecuali jadi kakak DP yang bisa ikut kemah adik kelas lagi), karena setelah kelas 7 udah nggak ada Pramuka. Dari UKK kemarin itu, ya, aku kepikirannya kemaaaah terus. Makanya beberapa nilai ada yang turun HA-HA-HA! :b

Minggu, 17 Juni 2012
Kami, regu Tulip VII SBI 8 yang terdiri dari aku, Oik, Nia, Oliv, Rasyida, dan Savira yang unyu-unyu dan kece ini berangkat ke Dodiklatpur Rindam IV/Diponegoro, Klaten.
Sesampainya di sana, aku, Oik, dan Nia yang naik mobilku berlima bersama kedua orang tuaku, menunggu kedatangan Oliv, Rasyida, dan Savira yang pisah naik mobilnya Oliv. Setelah komplit, baru, deh, laporan kedatangan.

Saat laporan kedatangan, kami dibagikan kartu peserta, nomor punggung yang dipakai Wapinru (Wakil Pemimpin Regu), nomor kapling, dan lainnya. Lalu, kami menaruh barang-barang yang telah diangkut memakai pick-up Pak Wahyu, dan siap-siap upacara pembukaan. Upacara selesai, kami bergegas mendirikan tenda bersama-sama tanpa bantuan orang tua, karena kalau ada orang tua akan mengurangi nilai, begitulah kata Nia, sang Pinru setelah hadir dalam panggilan peluit Pinru.

Sungguh, udara panas membuat peluh-peluh keringat kami berjatuhan. Namun, kami tidak patah semangat, karena semangat kami masih bergejolak dalam kegiatan kemah itu, walaupun haus dan lelah. Pukulan palu selalu aku berikan untuk membantu teman-temanku mendirikan tendaaku dianggap rosa/kuat, jadi aku spesialis tukang bangunan ._. yaitu yang bertugas memukul patok dengan cekatan.

Akhirnya, beberapa saat kemudian tenda berwarna biru tempat kami beristirahat selesai dibangun. Karena Oik, Nia, Rasyida, dan Savira mengikuti lomba menyanyi, aku dan Oliv yang sedang bergiliran menjaga tenda memasang tikar dan puzzle untuk alas tenda, dan memasukkan sebagian barang yang masih ada di luar kapling.

Waktu Ishoma telah tiba, sebelum mereka-mereka para peserta lomba menyanyi tadi datang, aku dan Oliv memakan bekal dari rumah masing-masing, agar setelah aku dan Oliv selesai makan, bisa segera sholat dan membiarkan teman satu regu lainnya kita tadi makan di tenda. Hemat waktu!

Wah, sebenarnya aku hanya ingin istirahat, tapi setelah Ishoma, aku harus mengikuti lomba poster di teras belakang ruang kesehatan. Ya sudah, berbekal pola yang aku buat semalam (sampai-sampai di rumah aku tidur jam 12 lebih, padahal besoknya harus kemah), aku berangkat ke ruang kesehatan bersama Lala, anak pendiam satu kelas denganku tetapi berbeda regu, yang mempunyai hobi menggambar juga. Senang sekali aku mendapat tema "Akhakul Karimah Jauh dari Korupsi". Pola yang sudah kusiapkan matang-matang adalah itu. Kumulai menggoreskan pensil di kertas putih dengan cepat.

Tidak hanya aku yang sibuk lomba, tetapi ada Nia dan Oliv yang ikut CCUP juga, dan Oik serta Savira yang ikut Pionering.

Setelah ibadah sholat Ashar, aku, Oik, dan Savira ikut serta dalam lomba PBB. Oya, bukan Perserikatan Bangsa-bangsa, lho, ya, tapi Pemanfaatan Barang Bekas. Kami membuat scrapbook yang berbahan dasar kardus air mineral untuk sampulnya, dan kertas polos berwarna hijau sebagai isinya. Bukan scrapbook biasa, untungnya bohlam muncul di kepalaku dalam seketika, ketika diskusi kemah sehari sebelumnya. Sampul buku itu, kami hias dengan potongan-potongan kain perca milik Tante Woro, ibunya Oik yang suka membuat tas dari kain perca. Kami hias semenarik mungkin, dan agak kami buat vintage. Tak lupa kami beri tulisan dari kain juga: TULIP VII SBI 8/P.

Di dekat tempat kami berlomba, ada juga Oliv yang berkutat dengan pensil dan kertasnya membuat essay ilmiah.

Yah, inilah saat yang ditunggu-tunggu. Setelah ibadah sholat Maghrib, kami bersiap-siap mengikuti Caraka Malam, alias Jerit Malam. Wow, saat itu aku tidak sabar! Sebelum berangkat, ada sandi morse peluit yang harus kami pecahkan, berupa kode-kode warna kertas yang tertempel di tiang-tiang dan pohon-pohon agar tidak tersesat. Regu Tulip termasuk cepat dalam menyelesaikan sandi itu, walaupun ada salah sedikit. Oik sangat takut saat itu, jadinya Oik bertukar tempat denganku, aku di belakang Nia, lalu belakangku Oik, Rasyida, Savira, dan yang terakhir yang kasihan (ampun, Kakak!), OLIV, yang menjadi Wapinru. Kami saling menggenggam erat tudung jaket, agar tidak terpisah. Tapi, aku tidak terlalu suka melakukan itu, jadi aku biarkan kakiku bergerak mengikuti arah Pinru yang mencari jalan tanpa mencengkeram jaket Nia. Selagi aku tidak takut, sebaiknya jangan kulakukan. Untungnya, aku tidak merasakan takut saat itu, aku tidak merasakan apa-apa, tidak seperti Oik yang sedari tadi sangat ketakutan. Bagiku, suasana yang paling menakutkan adalah sebelum dan sesudah pos Ms. Resti, seperti kata para kakak DP. Tempat itu sepi, tidak ada regu di depan dan di belakang yang terlihat, terlebih lagi terkenal dengan kisah hantunya.

Alhamdulillah kami sampai ke pos terakhir dengan selamat, dan tidak ada kecelakaan apapun, kecuali semut-semut yang menggigit-gigit kakiku ketika berada di pos terakhir. Huh, nyebelin banget, sih, semutnya!-_-memang, kami tidak semua sandi dapat kami pecahkan, tapi tak apalah, pengalaman yang seru! Setelah itu, kami ganti baju, sikat gigi, dan cuci muka di luar kapling menggunakan air mineral. Selesai sikat gigi, aku masuk ke dalam kantong tidurku, meletakkan kepala pada bantalku, dan memejamkan mata, tidur nyenyak dalam kehangatan kantong tidur dan baju mirip sweter dari ibuku. Syukurlah malam itu aku tidak merasakan dingin seperti teman-temanku yang lain.

To be continued....


Thanks for reading and visiting,
Nisrina Amalia P.

15.6.12

My Beloved Sister

Aku belum pernah cerita, ya, tentang adikku tercinta yang unyu-unyu tapi nyebelin kayak kakaknya B') makanya, aku kenalin, nih, sama kamu sang pemimpi (the dreamer) juga kayak aku ;)


Namanya adalah Nadia Fahima Paramita, biasa dipanggil Nadia. Dia masih keciiiil. Selisihnya cukup jauh sama aku. Dia masih TK, dan aku udah SMP. Jauh banget, kan, kayak Jogja-Jakarta? #eh 


Tapi, nggak jarang juga kita akur, biasanya aku ngalah (kalo lagi mood aja :b)—aku biasanya ikutan dia mainan pingsut/suit batu, gunting, kertas; mainan Barbie (psstt, sebenernya aku juga masih suka!); dan lain-lain. Baek, kan, aku? #plak 


Dia itu orangnya kalo dibilangin/dinasehatin malah ikutan marah, kayak barusan sebelum aku nulis posting ini, colokan charger-ku dipatahin. Terus, dia makan coklat padahal itu buat kado temennya ibuku. Banyak, deh, pokoknya, nyebelinnya, kalo aku yang marahin dia biasanya ngelawan, tapi kalo ibu, langsung, deh, cemberut, kayak orang kalem lagi dimarahin gitu. Plin-plan!


Emang, sih, aku kesannya kejem banget sama adikku ini, tapi sejujurnya I very very very very love her! :*  *seribu kecupan buat Nadia* Masya Allah -_- 


Ini foto-fotonya dia:













Thanks for reading and visiting ;)
Nisrina Amalia P.



10 Makanan yang Dapat Membuat Kita Happy

Kalau kamu sedang unhappy, bisa dicoba, nih, makanan-makanan berikut!


  1. Coklat
    Makanan yang satu ini enggak perlu diragukan lagi dalam hal membuat mood orang yang memakannya jadi lebih baik. Cokelat mengandung

4.6.12

Kegilaan Para D'Lapan

Tahu, nggak, sih, D'Lapan itu apa? D'Lapan adalah, sebutan buat para LIGHT-ers (repub(L)ic of (I)nter ei(G)(H)(T), nama kelasku, VII SBI 8), yang berarti Derap Langkah Anak Pandai. Wow :)
Berikut adalah foto-foto editan dan hasil snipping tools kegilaan mereka... Check it out, guys!