31.12.12

Video Clip: Bunga Citra Lestari - Cinta Sejati (OST. Habibie & Ainun)

Entah mengapa, ketergila-gilaanku dengan film ini belum sembuh jua. Kali ini, aku kembali membahas film ini, tetapi tentang video klip soundtrack-nya. Aku hampir menitikkan air mata saat melihat ini, karena aku teringat dengan film yang kutonton 3 hari yang lalu. Semoga kamu suka.


29.12.12

Quotes (2)



Lunch with My Big Family at Westlake

Hai, kembali lagi entri berisi foto-foto. Oh iya, sebelumnya aku cerita dulu bagaimana dan apa itu Westlake. Namanya keren, bukan? Namun, ini adalah restoran yang bernuansa danau, bukan restoran indoor. Desainnya mirip dengan restoran kebanyakan yang di situ menggunakan gubuk, isinya seafood, dan terdapat kolam ikan. Tapi, pemandangannya beda dengan kebanyakan restoran yang pernah kukunjungi di Jogja, tentunya. Pemandanganya "wah", lho. Tempatnya luas sekali, sampai ada banyak pos untuk memesan makanan dan para pelayannya pergi dari pos ke pos lain menggunakan sepeda. Yang bikin keren lagi, di sini ada berbagai macam ikan yang tidak biasa, karena terdapat ikan arapaima yang besar sekali, juga berbagai macam ikan hasil pancingan "Mancing Mania" (kalau kamu pernah nonton pasti tahu). Tempat bermain anak-anaknya juga lengkap, karena dilengkapi pula dengan arena bermain khusus balita yang di situ terdapat atap, sehingga tidak kepanasan. Pokoknya, wajib, deh, kumpul-kumpul sama keluarga di sini :-D aku malah pingin PU (Pajak Ultah) di sini, ha-ha-ha. Oh iya, hampir lupa, bagi yang berminat ke sini, ini dia alamatnya: Jl. Ring Road barat, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta (samping Selokan Mataram). Oke, inilah sedikit foto kami di Westlake.




Tante Ocha!

Renot ngomel-ngomel ke Nadia, nggak jelas tentang apa. Nadia lucu banget :-D

Renot dan Nadia

RENOT CAKEP BANGET! Cakep ala Reza Rahadian ._. *jauhyaa


Mbak Denis :-D

28.12.12

Funny-Rainy (Special "Habibie & Ainun" the Movie)


Hari ini, aku mengisi hari-hari liburanku dengan menonton sebuah film karya sutradara Faozan Rizal. Aku sudah menginginkan menonton film ini lumayan lama, karena sahabatku, Nia, menceritakan film yang masih "coming soon" pada saat itu kepadaku dan teman-temanku. Akhirnya, film yang kutunggu-tunggu itu main juga, pada tanggal 20-12-2012. Angka yang lebih cantik daripada 12-12-12 menurutku.

Sayangnya, impianku untuk menonton pada hari itu juga tertunda. Tentu saja tidak mungkin bila setelah aku menonton film yang tak kalah apik, yaitu "5 cm." langsung menonton film lain lagi. Ini masalah uang saku *pokerface*. Tentang 'uang', aku jadi teringat, aku mempunyai hutang dengan tanteku ketika aku membeli tiket, jagung berondong, dan softdrink tadi. Ya, ya, ya. Kutunggu kau, Ibu pulang dari kantor (tahu maksudnya, kan? :-D), dan besok akan kuganti uang milik Tante. Oke. Kembali ke curcol topik.

Siang itu aku ditelpon oleh Budhe Ina (ibu Mbak Denis) bahwa tidak ada mobil yang 'menganggur' di garasi rumah Eyang, karena semua mobil terpakai, termasuk mobil milik Budhe Ina yang akan dipakai untuk ke Malioboro. Untungnya, Budhe mempunyai inisiatif.

"...Gimana kalo kamu, Tante, Denissa (Mbak Denis), sama Haidar nanti Budhe drop aja di bioskop? Ya kalo enggak tanya bapakmu mau, enggak, nganter ke bioskop."

"Oh iya, sebentar, ya, Budhe." Aku langsung menghampiri Bapak. Sepertinya Bapak mboten kersa. *tumben Jowo* :-))

"Halo, Nis?" tanya Budhe, saking lamanya aku bercekcok dengan Bapak.

"Eh, iya, Budhe?"

"Gini aja, Budhe drop, ya, nanti."

"Iya, Budhe. Makasih."

Setelah Tante Ocha, Mbak Denis, dan Haidar sedang o-te-we (on the way), Budhe Ina menelpon lagi dan menyuruhku berada di depan untuk siap-siap akan masuk mobil, karena hujan. Agar lebih cepat dan mudah. Bapak juga berpesan agar Mbak Narti disuruh menutup pagar agar aku tidak kehujanan (mungkin maksud Bapak, ribet kalau aku yang menutup pagar sambil bawa payung). Aku mengiyakan. Ketika aku berlari ke kamar Mbak (kebiasaanku, terkadang bergaya ninja pula ala Inas), tiba-tiba....

Bunga Citra Lestari - Cinta Sejati (OST. Habibie & Ainun)


Bagi yang udah nonton film yang diadaptasi dari novel Habibie & Ainun ini pasti tahu tentang lagu karya Melly Goeslaw ini. Tidak hanya menyejukkan, lagu ini juga meaningful. Bagus untuk didengarkan :-)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Lembah yang berwarna
Membentuk melekuk memeluk kita
Dua jiwa yang melebur jadi satu
Dalam kesucian cinta

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati

Mysterious LOL Man

Kejadian ini terjadi beberapa menit yang lalu sebelum kumenulis entri ini.

Ketika itu, aku sedang bermain laptop di kamar, dan tiba-tiba Mbak Narti, yang membantu keluarga kami bersih-bersih rumah, mendatangiku dan berkata, "Mbak, ada yang mau masak mie boleh, nggak? Orangnya tuh laper."

Aku agak takut untuk mengiyakan pertanyaan Mbak. Aku agak takut bila ada orang asing terutama tidak biasa seperti kali ini masuk rumahku, mengingat berbagai macam orang-orang yang 'aneh' pernah menyambangi rumahku, alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Apalagi, dahulu, aku berkali-kali salah ketika menanggapi orang-orang asing yang datang. Seharusnya, aku tidak berkata "rumah kosong" atau memberitahu nama orang tuaku, tetapi kumalah melakukannya. Aku menjadi sangat waspada, mengingat aku berkali-kali mendapat peringatan dari ibuku karena banyak kecerobohanku waktu itu.

"Cuma mau masak mie kok, Mbak, terus pergi." kata Mbak Narti menenangkan. Akhirnya aku mengiyakan.

"Tutup pintu (pintu kamar), ya, Mbak, aku takut." kataku.

"Ya."

Beberapa saat kemudian, Mbak Narti mendatangiku kembali dan membuat tawaku meledak. Ternyata, seseorang yang berpakaian seperti menganut Islam yang taat tadi telah diusir Mbak Narti. Um, sedikit 'kejam' menurutku, ha-ha-ha. Kenyataannya, Mbak Narti sangat jengkel dengan orang itu. Mbak Narti pun menceritakan kejadian tadi.

"Misi... misi...." Seorang pria membuka pagar rumahku sebelah barat.

Mbak Narti mendatangi pria itu. "Iya, ada apa, Mas?"

"Saya mau numpang masak mie, saya lapar sekali dari kemarin belum makan."

"Oh. Udah bawa mie?"

"Udah. Saya bawa sendiri."

"Ya udah, ayo masuk kompornya di situ."

Ketika sudah berada di dapur, sepertinya ekspresi cemas sekaligus melas terlihat dari wajah orang asing tadi.

"Saya ambilin mangkoknya terus masak sendiri, ya." Mbak Narti mengambilkan mangkok. Tiba-tiba orang asing itu sudah berada di belakang Mbak Narti dan membuat Mbak Narti terperanjat kaget.

"Saya kurang pandai memasak, masakin, ya, Mbak."

"Enak wae emang e aku pembantumu?" Merasa orang tadi bisa ditinggal sendirian di dapur, Mbak Narti pergi ke kamarnya. Orang asing itu mengikuti Mbak Narti lagi sampai mau masuk kamar.

"Heh, kowe arep ngopo? Awas nek macem-macem! Aku teriak, lho! Ono ibu nang kamar!"

"Eh, jangan-jangan, maaf, Mbak. Saya tidak pandai memasak."

"Wo, emang e aku pembantumu njaluk dimasakke? Wis njaluk tulung malah ngelunjak. Wis, lunga, lunga!"

"Maaf, maaf."

"Maaf... maaf!" Emosi Mbak Narti mulai meledak. Pria tadi meraih kembali barang-barangnya dan beranjak pergi, ke luar melewati garasi. Mbak Narti mengikuti dari belakang, hendak mengunci pintu.

"Heh, kuwi kok kuncine arep mbok gowo? Emang e iki omahmu?" Mbak Narti kesal karena orang tadi malah mengunci garasi dan mengantongi kunci garasiku.

"Oh, iya, lupa, maaf, Mbak, maaf, Mbak!"

Orang itu pergi dan Mbak Narti langsung menutup pagar serta garasi.

Selain memelas, orang itu juga beberapa kali berdzikir, mengucap "subhanallah" dan "masya Allah". Mbak Narti yang terlanjur kesal berkata, "Malah nganggo dzikir!" Ha-ha-ha... Sungguh kocak. Aku agak kasihan sebenarnya, seharusnya ditolong dan Mbak Narti sebaiknya lebih sabar, tapi Mbak Narti juga kocak. Ha-ha-ha.

Akan kuceritakan pada ibuku :-)

24.12.12

Meaningful Monday (2)

Berikut adalah foto-foto kami di Solaria :-)
Tante Ocha :-b

Aku dan Mbak Denis

Haidar







Haidar makan dengan lahapnya =))

Meaningful Monday (1)

Asalamu'alaikum.

Alhamdulillah banget, libur telah tiba (keinget waktu jaman masih ngedot, ada lagu Tasya - Libur Telah Tiba), waktunya untuk penyegaran kembali, mengingat banyaknya waktu yang dipakai untuk mengerjakan tugas serta mengikuti ujian-ujian. Waktu untuk bersantai ria sangatlah limited. Syukur alhamdulillah pula, telah lega setelah terima rapor, jadi bisa full nyantai, sebelum bakal aktif lagi buat mikir di semester dua.

Hari ini, Mbak Denis, sepupuku, dan Tante Ocha datang dari Jakarta. Udah girang banget, kan, secara, bisa jalan-jalan (tentu saja menanti traktiran dari sang tante), terutama sesama cewek, kami biasa ke Amplaz (Ambarrukmo Plaza Mall) untuk mencuci mata. Salah satu kegiatan yang paling kusukai! *ketauan shopaholic* seperti yang kusebutkan tadi, syukur, kami jadi jalan-jalan (kegiatan umum kaum hawa).

Siang hari, aku diantar ke rumah Eyang oleh Bapak, tentu saja mengajak adikku yang paling gembul, Nadia. Senangnya dua telinga ini, mendengar Mbak Denis berkata, "Eh, ayo ke luar, yuk, aku bosen, nih."
"Iya, eh, ayo!" sahutku. "Um, kalo nonton bioskop Mbak Denis mau?"
"Boleh, boleh. Kamu '5 cm' udah nonton?"
"Udah, he-he-he."
"Yah, nggak ngajak-ngajak."
"Ya aku, kan sama temen-temenku. Nonton 'Habibie & Ainun' aja! Aku pengen nonton itu."
"Bagus, nggak, sih?"
"Ya bagus lah."
"Tentang apa?"
"Ya... tentang kisah cinta Pak Habibie sama Bu Ainun."
"Nonton '5 cm' aja, yuk."
"Oh, ya terserah. Bilang Tante."

Tak lama kemudian, Mbak Denis berhasil mengantongi ucapan "ya" murni tanpa paksaan (apaan sih, kayak Pemilu aja) dari Tante tercinta. Sayangnya, Tante yang hobi ngebo ini sedang menjalankan hobinya. Jadi terpaksa kami harus menunggu sampai Tante puas beristirahat (kayaknya nggak pernah puas!) Oh iya, aku hampir lupa. Di rumah Eyang ini benar-benar "The 3 Cousins", lho, karena ada si Haidar dari gua hantu dari Kotagede juga. Tentu saja si mata belok, hidung mancung, dan ceking ini sudah diserbu duluan oleh adiknya Mbak Denis yang aktif sekali, yaitu Ihsan. Bisa bayangkan, si ceking ini ditonjok-tonjok, dikejar-kejar (jarang berhenti ngejar-ngejarnya), dan dipeluk-peluk sama Ihsan. Kasihan, bukan? Tapi, itu semua wujud kasih sayang dari Ihsan, karena dia selalu ingin duduk di sebelah Haidar, padahal Haidarnya risih. Ya, mari kita nyanyikan lagu Pupus-nya Dewa 19. Baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan....

Sambil nunggu Tante tepar, kami main-main di kamar Tante (tetep aja, Tante nggak kebangun). Ada Haidar yang 'diburu' Ihsan pula, tetapi ada pula wujud Haidar jahil, ia mengganti foto profil WhatsApp milik Tante menjadi foto BOKONG KUDA. Sebelumnya, aku menggantinya dengan foto sapi, sayangnya ketahuan, karena Tante sempat terbangun. Kejadian itu tidak membuat kami jera, karena Tante tepar lagi, dan jalan kejahilan terbuka lebar. Aku mengganti fotonya dengan foto ORANGUTAN. Parahnya lagi, aku ganti nama Tante yang tadinya "just oca" jadi "Ocha sang penguasa rimba". Tak lupa statusnya aku ganti "Saya mencintai hutan. Karena hutan adalah habitat saya." Betul-betul asyik!

Tiba-tiba, datanglah bidadari dari kayangan, yaitu Mbak Denis.

9.12.12

Childhood



Haidar & Aku








Habis pentas :-)

Michelle Phan

Hai, udah lama, ya, nggak nulis. Keseringan upload foto :-)

Pernah nonton video di YouTube, kan? Sering? (Biasanya nonton video di YouTube udah layaknya upacara bendera, yang hampir semua orang pernah ngelakuin.)

Kalau nonton di YouTube, paling suka nonton apa? *kepoattack. Musik? Film? Kartun?

Aku akhir-akhir ini lagi suka buka YouTube, karena internetku udah 'pulih' kembali dari kebandelannya nggak mau connect. Dulu, aku paling suka liat hijab tutorial. Karena, nggak cuma lewat buku. YouTube bisa menjadi ajang pembelajaran, seperti contohnya berhijab. Ratusan video bisa kita temukan tentang hijab tutorial, mengingat ngetrennya berhijab dan mulai banyak perempuan-perempuan yang memutuskan menutup aurat di kepalanya ini. Alhamdulillah.

Namun, peringkat pertama sudah tidak dimiliki oleh hijab tutorial lagi bagiku. Terus, apa? MAKE UP! Rasanya asyik banget liatnya, apalagi kalau bagian mata. Nggak gampang, karena memang, merias terlama adalah di bagian mata. Kalau kamu melihat seseorang, pasti ke matanya dulu, kan? That's right. Butuh keahlian untuk kita bisa merias mata secara cantik, bersinar, dan memesona. Dalam bidang tata rias ini, aku menemukan seseorang yang benar-benar berbakat, dan setiap nonton video-nya nggak ngebosenin, karena dikemas secara apik dan menghibur. Who is she? She's Michelle Phan.

Michelle Phan adalah seorang beauty instructor  yang berdarah Vietnam. Minatnya dalam seni mengantarnya kepada dunia kesuksesan. Terbukti, kini ia menjadi seorang instruktur kecantikan ternama di dunia.

Mau lihat kepiawannya melukis wajah? Lihat video-video berikut.


Selain piawai merias wajah, Michelle Phan juga senang berbagi tips kepada orang banyak.


Semoga video-video di atas bisa menjadi inspirasi bagi kamu, seperti aku yang terinspirasi. 


Jangan bosan-bosan mampir, ya! ;-)

8.12.12

Keceriaan di Popperca

Aku iseng berfoto ria sambil menunggu Septi dan Vigha sedang mewawancarai sang pemilik Popperca.
Si Nia :3


Oliv dan Aku.

Nia, Afra, Icha.

Aku & Icha





Aku, Afra, Icha